Bismillaahirrohmaanirrohim..
Menjadi yang terakhir itu…
Seandainya kita menjadikan setiap hari adalah hari terakhir kita hidup di dunia, maka kita pasti akan melakukan hal yang terbaik semaksimal mungkin.. karena kita ingat setelah kehidupan ini, akan ada kehidupan yang abadi, di akhirat kelak.. dan semua amalan yang kita kerjakan di dunia akan disempurnakan balasannya kelak..
"Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam menepuk pundakku seraya bersabda, 'Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau orang lewat.' Ibnu Umar berkata, 'Apabila kamu mendapatkan waktu sore, maka jangan menunggu pagi. Apabila kamu mendapatkan waktu pagi, maka jangan menung-gu sore, manfaatkan sehatmu sebelum sakitmu dan hidupmu sebelum matimu'." (HR. al-Bukhari, Mukhtashar Shahih al-Bukhari, no. 1998).
Seandainya orang yang telah diberi amanah kesehatan, amanah jabatan, amanah kekayaan, kecerdasan, dll tahu bahwa itulah hari terakhir dia merasakan kenikmatan-kenikmatan duniawi dan sadar bahwa besok ketika sudah menghadap sang Kholik, amanah yang ia emban harus dipertanggungjawabkan, ia pasti akan memperbaiki kepemimpinannya, ia pasti akan menyisihkan sebagian harta yang dititipkannya pada mereka, orang-orang yang berhak menerimanya..
Kelak kita memang akan ditanya oleh Allah dan dimintai pertanggungjawabannya, bagaimana waktu kita hidup di dunia kita manfaatkan, dari mana kekayaan yang kita dapatkan dan dikemanakan kekayaan tersebut, bagaimana kita menggunakan ilmu yang sudah kita dapatkan, mengapa ketika kita melihat orang yang bermaksiat namun kita hanya diam saja? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.
“Bekerjalah untuk duniamu, seakan kamu hidup selamanya, dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan kamu mati besok.”
Artinya adalah bahwa kita harus tanamkan dalam hati kita bahwa keindahan dan kenikmatan dunia bisa kita raih walaupun dengan jangka periode yang amat lama seakan kita hidup didunia ini selamanya, dengan begitu kita menjadi tidak tergesah-gesah dalam meraihnya, sedangkan kenikmatan akhirat harus lebih diperhitungkan karena kita tidak mempunyai banyak waktu untuk mencapainya seakan maut sedang mengincar kita, hingga akhirnya kita lebih memprioritaskannya karena takut saat ajalnya tiba ia tidak mendapat apa-apa.
“Dan carilah pada apa yang Telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah Telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan” (QS. Al-Qhashas ayat 77)
Sama saja seperti ini : seandainya Malakikat Izroil memberitahu kita bahwa hari ini adalah hari terakhir kita untuk bernafas dan hidup di dunia, kita pasti akan berusaha untuk memperbaiki sholat kita, dan memperbaiki kualitas dan kuantitas ibadah kita, dan menjauhi rutinitas-rutinitas kemaksiatan yang biasa kita lakukan. Kita akan memanfaatkan tiap detik menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ibadah.
Dan andaikan Ramadhan yang sebentar lagi akan kita sambut dan kita nanti-nantikan kehadirannya menjadi Ramadhan terakhir kita.. kita pasti akan berusaha menyambutnya sebaik mungkin, kita akan memperbaiki niat kita yang semula masih setengah-setengah mejadi powerfull, niat sepenuhnya karena Allah SWT. Kita akan meng off kan kegiatan yang tidak bermanfaat dan mempensiunkan kemaksiatan-kemaksiatan yang biasa dilakukan. Selain itu, kita juga akan berusaha menghias diri kita dengan serangkaian ibadah, dan memoles ibadah kita agar menjadi lebih sempurna lagi.
Keistimewaan menjadi yang terakhir..
Nabi Muhammad SAW adalah Rasul dan Nabi yang terakhir, yang diutus oleh Allah SWT untuk seluruh umat manusia. Menjadi utusan yang terakhir menjadikan Nabi Muhammad sosok Nabi yang istimewa, menjadi sebaik-baik manusia di muka bumi ini. Allah begitu menyempurnakan akhlak Nabi, dan membaguskan rupa Nabi. Karena kedua kondisi itu dikenakan secara sempurna atas wujud beliau sedemikian rupa sehingga sifat akhlak beliau menjadi bersinar cemerlang laiknya matahari, dan semua itu tercermin dalam ayat:
“Sesungguhnya engkau benar-benar memiliki akhlak luhur”. (QS. Al-Qalam : 5)
Al Qur’an menjadi kitab terakhir yang berisi firman-firman Allah diturunkan melalui perantaraan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagai yang terakhir, Al Qur’an menjadi penyempurna bagi kitab-kitab sebelumnya, seperti kitab Taurat, Injil, Zabur. Sebagai kitab terakhir, Allah sangatlah menjaga kemurnian Al Qur’an, Allah sendirilah yang menjamin kemurnian Al Qur’an. Hal ini sudah termaktub dalam salah satu ayat Al Qur’an :
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” (QS. Al-Hijr : 9)
Dan di akhir zaman… zaman dimana kemaksiatan-kemaksiatan sangat mudah sekali kita temui, pelaku-pelakunya pun tak jarang tidak malu melakukan hal tersebut di depan umum. Astaghfirullahal’adzim.. zaman akhir kah ini? na’udzubillah min dzalik..
dan kita berharap semoga tidak bertemu dan menyaksikan kedahsyatan hari kehancuran bumi dan alam semesta..
Itulah hari terakhir.. hakikatnya.. hari terakhir itu.. hari kiamat..
dan sesudah hari kiamat itu, akan disempurnakanlah amalan-amalan yag telah dilakukan manusia selama hidup di bumi.. Allah akan membalas keburukan dengan keburukan, dan tak ragu untuk melipatgandakan amalan kebaikan dengan kebaikan pula..
“Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan.” (QS. Thaha : 15)
Pesan terakhir, berprinsiplah selalu bahwa hari ini adalah hari terakhir kita menginjakkan kaki di bumi..
namun jika kita sudah bertemu di penghujung hari terakhir kita tersebut dan ternyata Allah masih memberikan karunia Nya sehingga kita masih bisa bernafas, maka ber azzam lah, bahwa esok harus lebih baik dari hari ini..
Manusia yang cerdas adalah dia yang paling banyak mengingat kematian..
Dari Ibnu Umar, dia berkata: “Aku bersama Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam , lalu seorang laki-laki Anshor datang kepada beliau, kemudian mengucapkan salam kepada belaiu, lalu dia berkata: “Wahai Rosululloh, manakah di antara kaum mukminin yang paling utama?”. Beliau menjawab: “Yang paling baik akhlaknya di antara mereka”. Dia berkata lagi: “Manakah di antara kaum mukminin yang paling cerdik?”. Beliau menjawab: “Yang paling banyak mengingat kematian di antara mereka, dan yang paling baik persiapannya setelah kematian. Mereka itu orang-orang yang cerdik”.
(HR. Ibnu Majah, no: 4259. Hadits Hasan; Lihat Ash-Shohihah, no: 1384)
"Dan sesungguhnya Akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan." (Al-Ankabut: 64)
wallahua’lam bish showab..
ana yang fakir ilmu..
-alkaffafa214-
Jatinegara, 7-7-2013 06.15 WIB
Menikmati hari terakhir bersama sejuknya hembusan angin pagi nan indahnya langit Jakarta..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar